Jumat, 13 September 2013

Ini makna “Syiah” yang melekat pada Unsyiah




MAKNA “Syiah” yang melekat pada Universitas Syiah Kuala bukan berarti Syi’ah atau berpaham Syi’ah. Hal ini diungkapkan oleh dosen Jurusan Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala, TA Sakti, kepada ATJEHPOSTcom, Kamis siang, 12 September 2013.

“Bukan Syi’ah atau paham Syi’ah. Tapi memang kita akui banyak masyarakat maupun orang luar Aceh sering salah sebut. Mereka sering mengatakan Universitas Syi’ah Kuala,” kata TA Sakti.

Menurut dosen yang menggemari hikayat Aceh ini, makna Syiah sebenarnya adalah sebutan untuk ulama yang tersohor.

Syiah dilekatkan untuk ulama yang kharimatik serta memiliki tingkat ilmu yang luar biasa. “Jadi untuk Syech Abdul Rauf kemudian disemaikan sebutan dengan Syiah yang berarti ulama dengan tingkatan ilmu yang tingkat ilmu yang luar biasa,” kata TA Sakti.

Sebelumnya diberitakan, dosen Universitas Syiah Kuala itu juga mengaku mendukung rencana pergantian nama civitas itu dalam perubahan statuta.

“Kita mendukungnya. Karena selama ini dalam beberapa pertemuan diluar, sering ada kesilapan dalam pemanggilan, dari Syiah menjadi Syi’ah,” kata TA Sakti.

Menurutnya, jika pergantian ini demi kebaikan maka harus dilakukan. Apalagi, Unsyiah merupakan salah satu universitas terbesar di Sumatra.

Minggu, 08 September 2013

Buat Nasi Uduk Dengan Rice Cooker



Mahasiswa perantauan pasti kangen sama masakan Bundo di Kampung. Tapi dengan menggunakan rice cooker juga bisa kok. Maklumlah, orang yang tinggal di kota kan menginginkan segalanya serba simpel dan praktis. Silakan coba deh!

Bahan Nasi Uduk di Rice Cooker :
• beras yang telah dicuci sebanyak 3 cangkir
• daun salam sebanyak 3 lembar
• serai sebanyak 2 batang
• 1 sendok teh garam atau bumbu masak seperti royco, sasa, dll
• 1 kotak atau 200 ml santan kara
• air secukupnya

Cara Membuat Nasi Uduk di Rice Cooker :
1. Masukkan beras yang sebelumnya telah kita cuci bersih ke dalam rice cooker.
2. Tuangkan santan kara dan air secukupnya dengan takaran seperti biasanya anda memasak nasi untuk 3 cangkir beras. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
3. Nyalakan rice cooker dan tunggu hingga 3/4 masak (hampir masak) atau kira-kira 20 menitan lalu aduk-aduk lagi nasi agar nantinya nasi terasa pulen, kemudian tutup kembali.
4. Setelah nasi benar-benar masak aduk-aduk lagi.
5. Nasi uduk spesial siap untuk dihidangkan. Tambahkan bawang goreng dengan cara ditabur-taburkan untuk lebih menggugah selera.
6. Mudahkan

Sabtu, 07 September 2013

Kampus Unsyiah Gayo Lues Rampung, Direncanakan Jadi Fakultas Kehutanan


Gedung kampus Universitas Syiah (Unsyiah) yang terletak di Blangnangka, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues (Galus) telah rampung dibangun. Direncanakan, kampus ini akan menjadi Fakultas Kehutanan, seiring negeri seribu bukit itu masih terdapat hutan belantara yang perlu dilestarikan.
Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasim, Sabtu (6/9) menegaskan kompleks kampus yang telah rampung dibangun harus segera diresmikan dan dioperasikan pada tahun ini juga. Dia kembali menegaskan bahwa tim percepatan operasional kampus harus bekerja keras untuk merampungkan seluruh masalah, terkait pembukaan kampus.

“Pemkab Galus akan terus berupaya agar kampus ini bisa segera diresmikan dan dioperasikan pada tahun ini juga,” ujarnya. Dia menjelaskan, soal dana operasional kampus akan dikonsultasikan kembali dengan pihak Unsyiah dan  menjadi tugas tim percepatan pengoperasional yang telah terbentuk untuk membicarakannya kembali.

“Seluruh gedung, bersama sarana pendukung, seperti air bersih dan jaringan listrik sudah tersedia,” jelasnya. Dia menambahkan, sarana lainnya, jalan lingkar dalam lingkungan kampus, sebagian besar telah diaspal dan sisanya terus dipacu penyelesaiannya.

Sedangkan sarana pendukung lainnya, seperti jaringan komunikasi dari Telkom belum ada, tetapi bisa disiasati dengan jaringan telelpon selular. Disebutkan, anggaran untuk pemasangan listrik kampus mencapai Rp 1,5 miliar lebih.

Begitu juga halnya dengan jaringan air bersih dari PDAM, serta mobiler kampus, berupa 200 set kursi. “Untuk tahap awal, operasional kampus sudah memadai untuk memulai perkuliahan,” klaimnya. Dia menyebutkan, pihaknya telah mengusuhkan pembukaan Fakultas Kehutanan dengan program studi SI
Konservasi Hutan dan S1 Keanekaragaman Hayati ke pihak Unsyiah.

Sebelumnya dilaporkan, Kampus Unsyiah di Kabupaten Gayo Lues yang akan dibuka tahun ini dan siap menampung 3.000 mahasiswa mulai ajaran baru tahun ini. Kampus yang terletak di Desa Blangnangka, terus dibenahi oleh Pemkab Galus, mulai dari pembersihan lingkungan, suplai air bersih dan listrik, serta lainnya, termasuk mobiler.

Bupati Gayo Lues (Galus) Ibnu Hasim, Selasa (19/3/2013) menyatakan seluruh persiapan kampus terus dilakukan, agar saat dibuka pendaftaran  tahun ini berjalan lancar. Untuk sistim penerimaan belum bisa diputuskan, melalui jalur umum atau juga khusus.


fasilitas kampus
* Gedung ruang kuliah umum
* Gedung rektorat
* Masjid
* Jalan lingkar
* Kantin
* Air Bersih
* Jaringan listrik
* Telepon belum ada

sumber : http://aceh.tribunnews.com/2013/09/07/kampus-unsyiah-galus-rampung.

Kamis, 05 September 2013

BEASISWA Yayasan Toyota & Astra Tahun 2013


Rektor Universitas Syiah Kuala dengan ini mengumumkan kepada mahasiswa Universitas Syiah Kuala program Strata 1 (S1) Reguler, bahwa Yayasan Toyota & Astra pada tahun akademik 2013/2014 (periode September 2013 s/d Agustus 2014) akan memberikan bantuan beasiswa kepada 10 orang mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang memenuhi syarat sebagai berikut:

BEASISWA BBM dan PPA Tahun 2013


Rektor Universitas Syiah Kuala dengan ini mengumumkan kepada mahasiswa penerima beasiswa semester genap 2012/2013 dan kepada mahasiswa Universitas Syiah Kuala (reguler dan non reguler) yang memenuhi syarat sebagai calon penerima Beasiswa BBM dan PPA tahun 2013 dengan ketentuan sebagai berikut:

Unsyiah akan buka jurusan ekonomi Islam


Rektor Universitas Syiah Kuala Samsul Rizal mengatakan, dalam waktu dekat kampus jantong hatee rakyat Aceh ini akan segera membuka program studi ekonomi Islam.

"Program studi atau jurusan ekonomi Islam akan segera hadir di Unsyiah," katanya hari ini di Banda Aceh saat menyampaikan sambutan dalam rangka dies natalis fakultas teknik ke 50.

Ia mengatakan, Aceh sebagai provinsi yang menerapkan prinsip syariah dalam berbagai dimensi kehidupan, tentu harus dibarengi dengan konsep ekonomi Islam.

"Sudah saatnya Unsyiah memiliki program studi ekonomi Islam," ujarnya.

Ia mengharapkan, dengan adanya jurusan ekonomi Islam di Unsyiah, nantinya program studi ini dapat menjadi barometer dalam pembelajaran konsep dan ekonomi syariah.

"Sistem ekonomi syariah belum menjadi perhatian dan fokus saat ini, karenanya Unsyiah harus berkontribusi dalam memberikan ide, konsep dan gagasan tentang ekonomi syariah," tukasnya.

Ia menegaskan, dirinya telah meminta kepada Dekan Fakutas Ekonomi untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan akan dibukanya jurusan ekonomi Islam.

"Secara khusus, saya telah meminta hal ini kepada dekan untuk menseriusi program studi ini," sebutnya.