Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 April 2016
Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Unsyiah 2016
Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk program studi Doktor dan Magister, selengkapnya klik gambar di bawah ini. (biru).
Minggu, 27 Maret 2016
Minggu, 28 Februari 2016
Unsyiah Siapkan 6.580 Kursi bagi Mahaiswa Baru
![]() |
| Wisuda Unsyiah |
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)
Banda Aceh akan menerima 6.580 mahasiswa baru dari berbagai ajang seleksi untuk
tahun ajaran 2016/2017. Jumlah ini meningkat dibanding kuota yang disediakan
tahun lalu yakni 5.112 kursi.
Kepala Humas Unsyiah, Dr. Ilham
Maulana mengatakan, 6.580 kuota kursi yang disediakan tahun ini masing-masing
5.295 orang untuk jenjang program sarjana (S-1) dan 1.285 kursi untuk program
Diploma III.
Kuota kursi untuk calon mahasiswa
baru yang diterima lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SNMPTN) di Unsyiah tahun ini hanya 40 persen. Porsi tersebut turun 10 persen
dibandingkan tahun lalu.
“Sisanya, 35 persen mahasiswa
baru akan diterima melalui jalur test tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan
Tinggi (SBMPTN), dan 25 persen lagi dari ujian mandiri,” sebut Ilham.
baca juga :
Jumat, 15 Januari 2016
Persyaratan Pendaftar Bidik Misi 2016
Berikut persyaratan pendaftar Bidikmisi 2016
1. Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk
lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2016;
2.
Lulusan tahun 2015 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan
ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;
3.
Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
4.
Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
a. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya; atau
b. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) maksimal sebesar Rp3.000.000,00 per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 setiap bulannya.
a. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya; atau
b. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) maksimal sebesar Rp3.000.000,00 per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 setiap bulannya.
5.
Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4;
6.
Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi obyektif dan akurat dari
Kepala Sekolah;
7.
Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan
ketentuan:
a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
1) Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
3) Seleksi mandiri PTN.
b. Politeknik, UT, dan ISI
c. PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk.
a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
1) Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
3) Seleksi mandiri PTN.
b. Politeknik, UT, dan ISI
c. PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk.
(By : Bidikmisi)
Kamis, 24 Desember 2015
Inilah Hasil Akhir PEMIRA Unsyiah 2015
Darussalam- Dilansir dari halaman akun facebook KPR Unsyiah, menetapkan hasil akhir Pemilihan Raya (PEMIRA) 2015 sebagai berikut :
1. Heri Safrijal : 115 Suara
2. Aditya Gunawan : 2889 Suara
3. Muammar : 951 Suara
4. Zamdi Rahman : 82 Suara
5. Hasrizal : 4565 Suara
Dengan hasil resmi ini, secara otomatis saudara Hasrizal sebagai Ketua BEM Unsyiah terpilih periode 2016 dengan jumlah mengantongi 4565 suara.
1. Heri Safrijal : 115 Suara
2. Aditya Gunawan : 2889 Suara
3. Muammar : 951 Suara
4. Zamdi Rahman : 82 Suara
5. Hasrizal : 4565 Suara
Dengan hasil resmi ini, secara otomatis saudara Hasrizal sebagai Ketua BEM Unsyiah terpilih periode 2016 dengan jumlah mengantongi 4565 suara.
posted : Admin"15
Minggu, 08 September 2013
Buat Nasi Uduk Dengan Rice Cooker
Mahasiswa perantauan pasti kangen sama masakan Bundo di Kampung. Tapi dengan menggunakan rice cooker juga bisa kok. Maklumlah, orang yang tinggal di kota kan menginginkan segalanya serba simpel dan praktis. Silakan coba deh!
Bahan Nasi Uduk di Rice Cooker :
• beras yang telah dicuci sebanyak 3 cangkir
• daun salam sebanyak 3 lembar
• serai sebanyak 2 batang
• 1 sendok teh garam atau bumbu masak seperti royco, sasa, dll
• 1 kotak atau 200 ml santan kara
• air secukupnya
Cara Membuat Nasi Uduk di Rice Cooker :
1. Masukkan beras yang sebelumnya telah kita cuci bersih ke dalam rice cooker.
2. Tuangkan santan kara dan air secukupnya dengan takaran seperti biasanya anda memasak nasi untuk 3 cangkir beras. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
3. Nyalakan rice cooker dan tunggu hingga 3/4 masak (hampir masak) atau kira-kira 20 menitan lalu aduk-aduk lagi nasi agar nantinya nasi terasa pulen, kemudian tutup kembali.
4. Setelah nasi benar-benar masak aduk-aduk lagi.
5. Nasi uduk spesial siap untuk dihidangkan. Tambahkan bawang goreng dengan cara ditabur-taburkan untuk lebih menggugah selera.
6. Mudahkan
Minggu, 30 Juni 2013
Unsyiah Masuk 3 Besar MTQ di Padang
Tim Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) masuk dalam kelompok tiga besar pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Mahasiswa 2013 di Padang. MTQ yang berlangsung 22-29 Juni 2013 itu digelar di Universitas Andalas dan Universitas Nasional Pendidikan Padang.
“Secara umum, Unsyiah berada di peringkat tiga besar bersama UMI Makassar dan UNP Padang. Sedangkan peringkat satu dan dua diraih UN Malang dan Universitas Sumatera Utara (USU),” kata Kepala Humas Unsyiah, Dr Ilham Maulana kepada Serambi, Sabtu (29/6).
Ilham menyebutkan, utusan Unsyiah yang meraih juara I adalah Fauzan (Fakultas Kedokteran) untuk hifzil Quran 1 juz putra, lalu Yulian (Fakultas Hukum) juara tiga hifzil 2 juz putra, Arief (Fakultas Kedokteran) juara tiga hifzil 5 juz putra, dan Aisyah Humaira (FMIPA-Informatika) juara harapan tiga hifzil 5 juz putri.
Untuk lomba debat bahasa Inggris, Unsyiah meraih juara II melalui pasangan Syahrial (Fakultas Teknik) dan Dirgayana (FMIPA-Kimia). Di lomba fahmil Quran, tim dari FK yaitu Suciana, Nurul, dan Putri mendapat rangking tiga.
Ketua Kafilah MTQ Unsyiah, Drs M Nasir Ibrahim, mengatakan prestasi itu adalah yang pertama kali diraih kembali Unsyiah setelah 25 tahun lalu mendapat juara umum I sewaktu MTQ dilaksanakan di Unsyiah. “Prestasi ini dicapai berkat kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pembinaan terutama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Unsyiah, yang digagas sejak tiga tahun lalu oleh Dr Agussabti MSi,” ungkapnya.
Sementara Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengaku senang dengan prestasi kafilah Unsyiah pada MTQ Nasional Mahasiswa di Padang kali ini. “Mahasiswa yang berhasil menjadi juara satu, dua, dan tiga pada MTQ ini akan kami bebaskan biaya pendidikan atau SPP selama dua semester ke depan,” janji Samsul Rizal.
MTQ Nasional Mahasiswa 2013 diikuti 160 universitas dari seluruh Indonesia. Sementara Unsyiah mengirim 23 peserta dan delapan pendamping. Peserta dari Unsyiah mengikuti cabang tilawah, tartil, hifzil 1 juz, 2 juz, dan 5 juz, syarhil Quran, fahmil Quran, debat bahasa Inggris, debat bahasa Arab, serta Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Alquran
sumber : Serambinews.com
Rabu, 05 Juni 2013
4 Hal Penting yang Harus Disiapkan Mahasiswa Baru Sebelum Kuliah di Kedokteran
Antara bulan Juli-Agustus di tiap tahun merupakan waktu-waktu penerimaan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tak terkecuali bagi fakultas-fakultas kedokteran.
Eforia yang tercipta dari penerimaan ini tergambar begitu jelas dari raut muka mahasiswa-mahasiswa baru yang bersemangat dan menunjukkan entusiasme yang tinggi. Tak salah nampaknya, mengingat mereka telah melalui tes yang luar biasa sulitnya dengan persaingan yang sangat ketat. Karena saya berasal dari FK UGM, saya cukup tahu bahwa persaingan disini adalah 1 : 100. Artinya, 1 kursi diperebutkan oleh 100 orang. Wow !
Nah, bagi yang sekarang sudah diterima, tentu tak perlu terlalu larut dalam kesenangan. Perjalanan kalian sebenernya baru saja dimulai. Ya perjalanan menjadi seorang dokter. Lantas, hal-hal apakah yang harus disiapkan dalam masa-masa sebelum masuk kuliah ? Berikut akan saya sharing kan dari pengalaman saya.
1. Menyusun rencana hidup
Hal paling pertama yang harus disiapkan dengan
sangat baik adalah menyusun rencana hidup. Terkesan berat ya ? Ok, saya
akan coba membumikan bahasa ini.
Karena itu perlu disusun rencana hidup yang jelas. Cara yang paling mudah adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
■ Mengapa kamu memilih untuk kuliah di kedokteran ? Apakah ini sudah sejalan dengan cita-cita dari hati nuranimu sendiri ?
■ Apa cita-cita mu secara spesifik nanti ketika telah luuls menjadi dokter ?
■ Apakah kamu akan jadi mahasiswa tipe pembelajar murni, ataukah belajar sambil berorganisasi dan bermasyarakat ?
Ketiga pertanyaan itu penting untuk kamu jawab lebih dulu sebelum memulai kuliah di kedokteran, karena ketika kalian untuk memutuskan kuliah di fakultas ini sungguh akan banyak distraksi yang jika sejak awal tidak bisa kita manajemen dengan baik membuat semua rencana hidup kita berantakan.
2. Tempat Tinggal
Sebagian besar, fakultas-fakultas kedokteran diisi oleh mahasiswa yang berasal dari luar kota. Apalagi bagi universitas yang favorit. Nah, karena itu kebutuhan tempat tinggal ini menjadi sangat penting. Selain itu tempat tinggal juga akan membentuk kebiasaan dan tabiat kita, baik secara sadar ataupun tidak. Sebuah pepatah yang cukup terkenal menyebutkan, “Kamu adalah siapa temanmu”. Kalau diartikan, kita adalah dengan siapa kita berteman. Dan teman terdekat adalah teman satu tempat tinggal kita.
Untuk pilihan tempat tinggal ada 3 alternatif. Yakni rumah sendiri, kost, atau kontrakan. Semuanya memiliki beberapa kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita akan bahas satu persatu disini secara lebih jelas.
Rumah Sendiri
Rumah sendiri ini bisa dimaknai dengan rumah milik orang tua kita atau rumah yang orang tua kita belikan untuk kita. Ada yang memilih untuk tetap tinggal bersama orang tua, ada juga yang tinggal sendiri dengan dibelikan rumah. Memang dengan memiliki rumah sendiri, kita akan lebih bebas dalam mengatur semuanya. Namun dengan tinggal sendirian di sebuah rumah dengan tidak ada teman yang bisa diajak belajar bersama merupakan hal yang tidak mengenakkan. Terutama bagi kalian yang memiliki pola belajar harus berkelompok atau butuh dijelasin orang lain.
Keuntungan dengan memiliki rumah sendiri adalah dalam hal tanggung jawab. Kita sudah mengemban tanggung jawab yang cukup besar untuk mengelola sebuah rumah. Hal ini tentu baik buat masa depan kita.
Kost
Saran saya, pilihlah kost yang tak terlalu jauh dari kampus. Kalau bisa kost itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu yang tidak cukup lama. Selain untuk menggalakkan hidup sehat bagi mahasiswa kedokteran, juga berdasarkan pengalaman saya, mobilitas kampus-kost itu sangat tinggi. Apalagi bagi orang-orang yang gampang ketinggalan barang seperti saya.
Untuk fasilitas kost sendiri, silahkan disesuaikan dengan kebutuhan. Di sekitar kampus, biasanya banyak penjual barang-barang kebutuhan kost yang relatif murah dan variasi barang yang banyak.
Jangan terlalu banyak mengisi barang-barang di kost dengan sesuatu yang tak berhubungan banyak dengan kuliahmu di kedokteran, karena hal itu bisa mengganggu fokusmu dalam belajar. Karena kost kita adalah tempat kita melakukan segalanya, mulai dari bersantai, belajar hingga istirahat. Tidak seperti dirumah kita yang bisa melakukan banyak hal-hal khusus di ruangan khusus.
Berikut beberapa syarat kost yang baik bagi mahasiswa kedokteran :
■ Tidak terlalu jauh dari kampus
■ Suasana yang kondusif dan aman
■ Akses ke tempat berbagai kebutuhan sehari-hari yang mudah
■ Kost bebas asap rokok
Rumah Kontrakan
Nah ini juga bisa menjadi alternatif buat kamu-kamu, rumah kontrakan. Sekarang saya memilih tempat tinggal ini bersama beberapa teman-teman satu fakultas. Keuntungan dengan tinggal di rumah kontrakan adalah kita bisa menentukan dengan siapa saja kita tinggal. Sebaiknya memang satu fakultas, mengingat hal ini bisa kita manfaatkan juga untuk belajar bersama. Sehingga ada konsep saling mengawasi antar teman dalam satu rumah itu.
Namun bagi kalian yang ingin memilih ngontrak rumah bersama beberapa teman berlainan fakultas saya juga tidak bisa menganggap hal itu buruk. Karena dengan ngontrak bersama rekan-rekan yang berbeda profesi, harapannya perspektif kita bisa menjadi lebih luas lagi mengenai berbagai hal.
3. Mental
Kuliah di kedokteran ibarat sebuah pertempuran hidup. Yang namanya pertempuran tentu butuh mempersiapkan mental pejuang yang tidak biasa.
Khusus di kedokteran, mental yang dibangun adalah mental tidak mudah menyerang. Bayangkan dengan keseharian kehidupan mahasiswa FK yang sudah saya dan teman-teman saya alami dalam 3 tahun terakhir ini. Mulai dari bahan kuliah yang tidak sedikit, buku-buku teks yang setebal bantal, atau deadline-deadline laporan yang mepet. Semuanya butuh usaha yang sangat-sangat keras dan tidak biasa.
Mental tidak pantang menyerah ini termanifestasi dalam bentuk sifat yang namanya “rajin”. Ya rajin. Bahkan beberapa dosen saya pernah berujar, “Kuliah di FK itu tidak perlu terlalu memusingkan masalah pintar atau tidak, kalian semua sudah pintar, buktinya bisa menyingkirkan ribuan pelamar lainnya. Sekarang yang harus kalian fokuskan adalah sifat rajin.”
Setelah saya endapkan cukup lama, benar juga kata dosen saya ini. Dengan rajin buku setebal bantal itu akan lebih pilih kita baca dibanding merapat ke bantal yang sebenernya untuk tidur. Dengan rajin, kita mau mulai mencicil mengerjakan laporan praktikum, sehingga tak harus terburu-buru disaat-saat akhir deadline.
4. Buku dan Materi
Hal ini juga tak kalah pentingnya untuk disiapkan sejak awal. Banyak orang awam bilang kuliah di kedokteran itu membutuhkan biaya mahal. Salah satunya adalah dalam pemenuhan kebutuhan buku-buku.
Sebenernya hal ini bisa diakali dengan membeli buku-buku yang penting. Efektif dalam membeli buku akan sangat banyak men-save uang kamu dalam jumlah yang cukup signifikan.
Lantas darimana kita tahu, bahwa buku mana saja yang penting kita beli ?
Biasanya setiap kampus memiliki buku acuan yang berbeda-beda dalam tiap tahunnya. Tergantung dengan kurikulum dan metode pembelajarannya. Jadi biasanya setiap dosen akan mengeluarkan buku-buku favoritnya.
Cara lainnya adalah dengan mendengar anjuran kakak kelas tentang buku-buku apa yang harus dipakai. Biasanya untuk tahun pertama, digunakan buku-buku medis dasar seperti bidang Physiology dan Anatomi.
Dari ke-4 tips tadi, mudahan bisa membantu calon teman-teman sejawat untuk mengawali kuliah di kedokteran ini dengan awal yang luar biasa. Harapan saya, dengan awal yang luar biasa, hasil akhirnya pun akan luar biasa pula.
sumber : anak fk.com
Senin, 03 Juni 2013
Bayar SPP di Unsyiah harus lampirkan rekening listrik dan PDAM
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) akan menerapkan sistem baru dalam pembayaran SPP mahasiswa. Sistem baru ini diberi nama Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,”
kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada
ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa
saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening
listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia,
untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang
tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang
tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal
terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang
gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan
berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan
pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak
positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang
mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek
kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian
tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga
telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi
sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,”
kata dia.
sumber : Atjehpost.com
UNIVERSITAS
Syiah Kuala (Unsyiah) akan menerapkan sistem baru dalam pembayaran SPP
mahasiswa. Sistem baru ini diberi nama Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
UNIVERSITAS
Syiah Kuala (Unsyiah) akan menerapkan sistem baru dalam pembayaran SPP
mahasiswa. Sistem baru ini diberi nama Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
UNIVERSITAS
Syiah Kuala (Unsyiah) akan menerapkan sistem baru dalam pembayaran SPP
mahasiswa. Sistem baru ini diberi nama Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
UNIVERSITAS
Syiah Kuala (Unsyiah) akan menerapkan sistem baru dalam pembayaran SPP
mahasiswa. Sistem baru ini diberi nama Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
UNIVERSITAS
Syiah Kuala (Unsyiah) akan menerapkan sistem baru dalam pembayaran SPP
mahasiswa. Sistem baru ini diberi nama Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.[] (mrd)
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.[] (mrd)
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
UNIVERSITAS
Syiah Kuala (Unsyiah) akan menerapkan sistem baru dalam pembayaran SPP
mahasiswa. Sistem baru ini diberi nama Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.[] (mrd)
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
“Tujuannya agar dalam pembayaran SPP semuanya adil,” kata Kepala Bidang Humas Unsyiah, Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S. Si, kepada ATJEHPOSTcom, Senin 3 Juni 2013.
Menurut dia, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa saat daftar ulang untuk pembayaran SPP adalah dengan melampirkan rekening listrik dan rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Digunakannya rekening listrik dan PDAM, kata dia, untuk melihat kesanggupan mahasiswa dalam membayar uang kuliah.
“Berbeda dari sebelummnya yang menerapkan uang tambahan selain SPP. Kali ini hanya uang kuliah saja, tanpa ada pemungutan uang tambahan resmi secara lembaga,” ujar dosen Fakultas MIPA Unsyiah ini lagi.
Selain itu, katanya lagi, sistem uang kuliah tunggal terbagi ke dalam lima katagori. Mulai dari yang membayar penuh hingga ada yang gratis.
“Ini dilihat berdasarkan data yang diisi dan berdasarkan rekening listrik dan rekening PDAM yang telah dilampirkan pada saat daftar ulang,” kata Ilham lagi.
Kebijakan ini diambil, menurutnya akan berdampak positif, yaitu agar ada keadilan dalam pembayaran SPP. Mahasiswa yang kurang mampu akan membayar uang kuliah lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang mampu.
“Data yang telah diisi dan dilampirkan akan dicek kebenarannya. Ada tim yang akan ditunjuk untuk melakukan verifikasi data isian tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Sitem UKT ini juga telah diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lainnya. “Tetapi sistem yang diterapkan itu berdasarkan kebijakan masing-masing universitas,” kata dia.[] (mrd)
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/06/03/54277/0/71/Bayar-SPP-di-Unsyiah-harus-lampirkan-rekening-listrik-dan-PDAM#sthash.VQ2BZ07y.dpuf
Rabu, 29 Mei 2013
2.921 Peserta SNMPTN Diterima di Unsyiah
Sebanyak 2.921 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SNMPTN) 2013 dinyatakan lulus dan diterima di Universitas Syiah Kuala
(Unsyiah). Pengumuman kelulusan peserta tes masuk universitas melalui
jalur undangan nasional itu diumumkan secara online, Senin (27/5).
“Peserta yang lulus itu akan ditampung di 51 program studi (prodi) yang ada di Unsyiah saat ini,” ujar Kepala Humas Unsyiah, Dr rer nat Ilham Maulana, kepada Serambi kemarin.
Sementara pendaftaran melalui jalur ujian tulis atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2013, menurut Ilham Maulana, hanya tinggal sepuluh hari lalu. Pendaftaran yang dibuka sejak 13 Mei 2013 itu akan berakhir 7 Juni mendatang.
“Kita berharap lulusan SMA sederajat yang ingin kuliah di Unsyiah atau PTN lain agar segera mendaftar sebagai peserta SBMPTN tahun ini,” ucap Ilham.
Dikatakan, Unsyiah Banda Aceh dan Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara kembali ditunjuk menjadi panitia lokal SBMPTN tahun 2013. SBMPTN 2013 adalah mekanisme seleksi masuk PTN melalui ujian tertulis dan keterampilan yang dilaksanakan secara serentak di 62 PTN.
Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tetap menyelenggarakan ujian tertulis sebagai salah satu bentuk seleksi masuk PTN yang diberi nama SBMPTN. Jalur penerimaan ini, kata Ilham, merupakan jalur masuk selain SNMPTN.
Selain untuk lulusan 2013, tambah Ilham, juga diberi kesempatan kepada lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2011 dan 2012, untuk mengikuti SBMPTN tahun ini. “Lulusan tahun 2011 dan 2012 harus punya ijazah SMA/MA/SMK/MAK sederajat. Untuk lulusan tahun 2013, sekurang-kurangnya telah memiliki Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dari kepala sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto terbaru yang bersangkutan dan dibubuhi cap sekolah,” timpal dosen FMIPA Unsyiah ini.
Disebutkan, ujian tulis SBMPTN dilaksanakan 18-19 Juni 2013. Ujian keterampilan 20 atau 21 Juni serta pengumuman pada 12 Juli mendatang. “Keterangan lengkap tentang panduan umum, termasuk cara pendaftaran dan ujian serta hal-hal lain tentang SBMPTN, dapat diperoleh di laman resmi SBMPTN, yaitu http://www.sbmptn.or.id,” sebut Ilham.
Ditambahkan, pendaftar juga dapat bertanya tentang SBMPTN melalui facebook, https://www.facebook.com/PanitiaSBMPTN, atau twitter @PanitiaSBMPTN, serta di helpdesk http://halo.sbmptn.or.id/. Peminat juga dapat bertanya langsung melalui telepon melalui call center SBMPTN 0804-1-456-456,” pungkas Ilham Maulana.
“Peserta yang lulus itu akan ditampung di 51 program studi (prodi) yang ada di Unsyiah saat ini,” ujar Kepala Humas Unsyiah, Dr rer nat Ilham Maulana, kepada Serambi kemarin.
Sementara pendaftaran melalui jalur ujian tulis atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2013, menurut Ilham Maulana, hanya tinggal sepuluh hari lalu. Pendaftaran yang dibuka sejak 13 Mei 2013 itu akan berakhir 7 Juni mendatang.
“Kita berharap lulusan SMA sederajat yang ingin kuliah di Unsyiah atau PTN lain agar segera mendaftar sebagai peserta SBMPTN tahun ini,” ucap Ilham.
Dikatakan, Unsyiah Banda Aceh dan Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara kembali ditunjuk menjadi panitia lokal SBMPTN tahun 2013. SBMPTN 2013 adalah mekanisme seleksi masuk PTN melalui ujian tertulis dan keterampilan yang dilaksanakan secara serentak di 62 PTN.
Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tetap menyelenggarakan ujian tertulis sebagai salah satu bentuk seleksi masuk PTN yang diberi nama SBMPTN. Jalur penerimaan ini, kata Ilham, merupakan jalur masuk selain SNMPTN.
Selain untuk lulusan 2013, tambah Ilham, juga diberi kesempatan kepada lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2011 dan 2012, untuk mengikuti SBMPTN tahun ini. “Lulusan tahun 2011 dan 2012 harus punya ijazah SMA/MA/SMK/MAK sederajat. Untuk lulusan tahun 2013, sekurang-kurangnya telah memiliki Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dari kepala sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto terbaru yang bersangkutan dan dibubuhi cap sekolah,” timpal dosen FMIPA Unsyiah ini.
Disebutkan, ujian tulis SBMPTN dilaksanakan 18-19 Juni 2013. Ujian keterampilan 20 atau 21 Juni serta pengumuman pada 12 Juli mendatang. “Keterangan lengkap tentang panduan umum, termasuk cara pendaftaran dan ujian serta hal-hal lain tentang SBMPTN, dapat diperoleh di laman resmi SBMPTN, yaitu http://www.sbmptn.or.id,” sebut Ilham.
Ditambahkan, pendaftar juga dapat bertanya tentang SBMPTN melalui facebook, https://www.facebook.com/PanitiaSBMPTN, atau twitter @PanitiaSBMPTN, serta di helpdesk http://halo.sbmptn.or.id/. Peminat juga dapat bertanya langsung melalui telepon melalui call center SBMPTN 0804-1-456-456,” pungkas Ilham Maulana.
Langganan:
Postingan (Atom)










