Minggu, 03 November 2013

TPBI bukan testing masuk Unsyiah

 
PENDAFTARAN online program Test Penjajakan Bidang Ilmu (TPBI) telah dimulai 28 Oktober hingga 21 November 2013. Ujian tulis untuk program yang dikoordinir oleh Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Nusantara (P-SPMBN) ini akan berlangsung secara serentak pada 24 November 2013.


Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) merupakan salah satu tempat yang ditunjuk untuk melaksanakan ujian tulis pada tanggal tersebut. Meskipun demikian, pendaftaran online program ini hanya dilakukan langsung melalui laman P-SPMBN, yaitu www.spmb.or.id. Sementara pembayaran uang pendaftaran dapat dilakukan sejak 28 Oktober hingga 20 November 2013.


Prof. Dr. Ir. Darusman, M.Sc, selaku ketua panitia penerimaan mahasiswa baru di Unsyiah tahun 2013 mengungkapkan bahwa, TPBI ini hanya merupakan ujian penjajakan bidang ilmu siswa. Setelah mengikuti ujian ini, siswa diharapkan mempunyai gambaran yang jelas untuk mencocokkannya dengan pilihan yang akan diambil saat mengikuti SNMPTN dan SBMPTN di tahun 2014 nanti.


“Kami ingin menekankan bahwa TPBI ini bukanlah salah satu jalur masuk ke Unsyiah. Jadi, meskipun siswa memperoleh nilai tertinggi dari ujian tulis ini, bukan berarti bahwa siswa tersebut telah diterima menjadi mahasiswa baru Unsyiah tahun 2014,” kata Darusman.


Selama ini, kata dia, banyak sekali pendapat yang keliru berkembang di tengah-tengah masyarakat tentang TPBI ini. Banyak yang mempertanyakan, mengapa nama mereka tidak terdaftar sebagai mahasiswa yang telah diterima Unsyiah, padahal nilai TPBI mereka tinggi.


Namun demikian, nilai TPBI ini tetap menjadi salah satu pertimbangan Unsyiah untuk kelulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) nanti. Jadi, dapat dikatakan bahwa nilai tinggi hasil TPBI dapat membantu siswa untuk masuk Unsyiah melalui jalur SNMPTN, namun tidak berarti bahwa nilai tinggi tersebut telah menjamin siswa untuk masuk ke Unsyiah.


(atjehtoday.com)

Jumat, 13 September 2013

Ini makna “Syiah” yang melekat pada Unsyiah




MAKNA “Syiah” yang melekat pada Universitas Syiah Kuala bukan berarti Syi’ah atau berpaham Syi’ah. Hal ini diungkapkan oleh dosen Jurusan Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala, TA Sakti, kepada ATJEHPOSTcom, Kamis siang, 12 September 2013.

“Bukan Syi’ah atau paham Syi’ah. Tapi memang kita akui banyak masyarakat maupun orang luar Aceh sering salah sebut. Mereka sering mengatakan Universitas Syi’ah Kuala,” kata TA Sakti.

Menurut dosen yang menggemari hikayat Aceh ini, makna Syiah sebenarnya adalah sebutan untuk ulama yang tersohor.

Syiah dilekatkan untuk ulama yang kharimatik serta memiliki tingkat ilmu yang luar biasa. “Jadi untuk Syech Abdul Rauf kemudian disemaikan sebutan dengan Syiah yang berarti ulama dengan tingkatan ilmu yang tingkat ilmu yang luar biasa,” kata TA Sakti.

Sebelumnya diberitakan, dosen Universitas Syiah Kuala itu juga mengaku mendukung rencana pergantian nama civitas itu dalam perubahan statuta.

“Kita mendukungnya. Karena selama ini dalam beberapa pertemuan diluar, sering ada kesilapan dalam pemanggilan, dari Syiah menjadi Syi’ah,” kata TA Sakti.

Menurutnya, jika pergantian ini demi kebaikan maka harus dilakukan. Apalagi, Unsyiah merupakan salah satu universitas terbesar di Sumatra.

Minggu, 08 September 2013

Buat Nasi Uduk Dengan Rice Cooker



Mahasiswa perantauan pasti kangen sama masakan Bundo di Kampung. Tapi dengan menggunakan rice cooker juga bisa kok. Maklumlah, orang yang tinggal di kota kan menginginkan segalanya serba simpel dan praktis. Silakan coba deh!

Bahan Nasi Uduk di Rice Cooker :
• beras yang telah dicuci sebanyak 3 cangkir
• daun salam sebanyak 3 lembar
• serai sebanyak 2 batang
• 1 sendok teh garam atau bumbu masak seperti royco, sasa, dll
• 1 kotak atau 200 ml santan kara
• air secukupnya

Cara Membuat Nasi Uduk di Rice Cooker :
1. Masukkan beras yang sebelumnya telah kita cuci bersih ke dalam rice cooker.
2. Tuangkan santan kara dan air secukupnya dengan takaran seperti biasanya anda memasak nasi untuk 3 cangkir beras. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
3. Nyalakan rice cooker dan tunggu hingga 3/4 masak (hampir masak) atau kira-kira 20 menitan lalu aduk-aduk lagi nasi agar nantinya nasi terasa pulen, kemudian tutup kembali.
4. Setelah nasi benar-benar masak aduk-aduk lagi.
5. Nasi uduk spesial siap untuk dihidangkan. Tambahkan bawang goreng dengan cara ditabur-taburkan untuk lebih menggugah selera.
6. Mudahkan

Sabtu, 07 September 2013

Kampus Unsyiah Gayo Lues Rampung, Direncanakan Jadi Fakultas Kehutanan


Gedung kampus Universitas Syiah (Unsyiah) yang terletak di Blangnangka, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues (Galus) telah rampung dibangun. Direncanakan, kampus ini akan menjadi Fakultas Kehutanan, seiring negeri seribu bukit itu masih terdapat hutan belantara yang perlu dilestarikan.
Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasim, Sabtu (6/9) menegaskan kompleks kampus yang telah rampung dibangun harus segera diresmikan dan dioperasikan pada tahun ini juga. Dia kembali menegaskan bahwa tim percepatan operasional kampus harus bekerja keras untuk merampungkan seluruh masalah, terkait pembukaan kampus.

“Pemkab Galus akan terus berupaya agar kampus ini bisa segera diresmikan dan dioperasikan pada tahun ini juga,” ujarnya. Dia menjelaskan, soal dana operasional kampus akan dikonsultasikan kembali dengan pihak Unsyiah dan  menjadi tugas tim percepatan pengoperasional yang telah terbentuk untuk membicarakannya kembali.

“Seluruh gedung, bersama sarana pendukung, seperti air bersih dan jaringan listrik sudah tersedia,” jelasnya. Dia menambahkan, sarana lainnya, jalan lingkar dalam lingkungan kampus, sebagian besar telah diaspal dan sisanya terus dipacu penyelesaiannya.

Sedangkan sarana pendukung lainnya, seperti jaringan komunikasi dari Telkom belum ada, tetapi bisa disiasati dengan jaringan telelpon selular. Disebutkan, anggaran untuk pemasangan listrik kampus mencapai Rp 1,5 miliar lebih.

Begitu juga halnya dengan jaringan air bersih dari PDAM, serta mobiler kampus, berupa 200 set kursi. “Untuk tahap awal, operasional kampus sudah memadai untuk memulai perkuliahan,” klaimnya. Dia menyebutkan, pihaknya telah mengusuhkan pembukaan Fakultas Kehutanan dengan program studi SI
Konservasi Hutan dan S1 Keanekaragaman Hayati ke pihak Unsyiah.

Sebelumnya dilaporkan, Kampus Unsyiah di Kabupaten Gayo Lues yang akan dibuka tahun ini dan siap menampung 3.000 mahasiswa mulai ajaran baru tahun ini. Kampus yang terletak di Desa Blangnangka, terus dibenahi oleh Pemkab Galus, mulai dari pembersihan lingkungan, suplai air bersih dan listrik, serta lainnya, termasuk mobiler.

Bupati Gayo Lues (Galus) Ibnu Hasim, Selasa (19/3/2013) menyatakan seluruh persiapan kampus terus dilakukan, agar saat dibuka pendaftaran  tahun ini berjalan lancar. Untuk sistim penerimaan belum bisa diputuskan, melalui jalur umum atau juga khusus.


fasilitas kampus
* Gedung ruang kuliah umum
* Gedung rektorat
* Masjid
* Jalan lingkar
* Kantin
* Air Bersih
* Jaringan listrik
* Telepon belum ada

sumber : http://aceh.tribunnews.com/2013/09/07/kampus-unsyiah-galus-rampung.

Kamis, 05 September 2013

BEASISWA Yayasan Toyota & Astra Tahun 2013


Rektor Universitas Syiah Kuala dengan ini mengumumkan kepada mahasiswa Universitas Syiah Kuala program Strata 1 (S1) Reguler, bahwa Yayasan Toyota & Astra pada tahun akademik 2013/2014 (periode September 2013 s/d Agustus 2014) akan memberikan bantuan beasiswa kepada 10 orang mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang memenuhi syarat sebagai berikut: